Kamis, Juni 07, 2012

Makalah Agama Islam

BAB I

PENDAHULUAN


 

Islam merupakan agama yang dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia serta diklaim sebagai agama pembawa kedamaian. Namun di sisi lain, Islam sering dikaitkan dengan terorisme, serta diidentikkan dengan umatnya yang miskin. Lalu benarkah Islam itu sekedar isya', subuh, dhuhur, asar, serta maghrib saja? Oleh karena itu, hendaknya seorang muslim mempelajari Islam secara kaffah mulai dari meyakini dengan hati, melaksanakan syariat-syariatnya, hingga menjadikan agama Islam sebagai nafas hidupnya.


 


 

    
 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

BAB II

PERMASALAHAN


 

  1. Apakah pengertian agama itu?
  2. Apakah pengertian Islam itu?
  3. Bagaimanakah metode dalam mengkaji Islam?
  4. Bagaimanakah karakteristik Islam?
  5. Bagaimanakah hubungan antar ruang lingkup dalam ajaran Islam?
  6. Bagaimanakah bunyi dalil Naqli maupun Aqli yang menyatakan bahwa Islam adalah agama yang benar dan diridhoi Allah?


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

BAB III

PEMBAHASAN


 

  1. Pengertian Agama
    1. Definisi Agama
    1. Menurut Bahasa
  • Secara etimologi, kata agama berasal dari bahasa Sanskrit yang artinya menguasai, ketaatan, dan balasan.
  • Dalam bahasa Arab, agama dikenal dengan kata Din yang mengandung arti menguasai, menundukkan, patuh, hutang, dan balasan.
  • Agama juga dikenal dengan kata religi dari bahasa Eropa
  1. Menurut Istilah

    Secara terminologi, agama diartikan sebagai suatu kumpulan keyakinan, hukum, dan norma yang akan mengantarkan manusia kepada kebahagiaan hidup dunia-akherat.

    Drs. Sidi Gazalba mengartikan agama sebagai kepercayaan pada hubungan manusia dengan sang Kudus, dihayati sebagai hakikat yang ghaib, hubungan yang menyatakan diri dalam bentuk serta sistem kultus dan sikap hidup berdasarkan doktrin tertentu.


     

    1. Unsur Agama

      Prof. Dr. Harun Nasution (1999) menyatakan bahwa suatu kepecayaan dapat disebut agama jika memiliki minimal empat unsur di bawah ini:

      1. Unsur keyakinan atau kepercayaan (credial)
      2. Unsur penyembahan atau peribadatan (ritual)
      3. Unsur aturan atau tata cara dalam peribadatan (ritusi)
      4. Respons yang bersifat emosional dari manusia (feel)


         

    2. Tujuan Beragama

      Semua agama mempunyai tujuan akhir yang sama yakni selamat, bahagia, dan sejahtera hidupnya fid dunya wal akhirah.


 

  1. Manfaat Beragama

    Ketika seseorang menjadikan agama sebagai pedoman hidup (way of life) serta terbiasa menjalankan segala peraturannya tanpa pengawasan, maka jelaslah ada manfaat besar yang akan diperolehnya. Manfaat tersebut antara lain:

  • Seseorang akan mempunyai pendirian yang kokoh serta mampu berfikiran positif
  • Manusia akan memiliki ketentraman jiwa terlebih ketika dirundung masalah
  • Agama menjadikan manusia untuk menegakkan kebenaran dan membasmi kejahatan
  • Agama juga membebaskan manusia dari perbudakan materi yang bersifat duniawi (Moh. Rifai:1984)


     

  1. Pengertian Islam
    1. Menurut bahasa

      Dari segi etimologi, istilah Islam diambil dari bahasa Arab:

  • Aslama Yuslimu    : berserah diri, taat, patuh, tunduk

        "Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan". (QS.Al iImran:183)

  • Assilm        : perdamaian, ketentraman, kerukunan, keamanan

        " Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepada-Nya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (QS. Al-Anfal:61)

  • Assalam        : selamat, sejahtera, bahagia

        Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya." (QS. Az-Zumar:73)

  • Salimun        : suci dan bersih

        "(lngatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci"[1279]

        [1279]. Maksud datang kepada Tuhannya ialah mengikhlaskan hatinya kepada Allah dengan sepenuh-penuhnya. (QS. Ash-Shoffat:84)

Dari definisi secara etimologi tersebut, terkandung makna esensial tentang komitmen seorang muslim terhadap islamnya, yaitu mengaku islam:

  1. Wajib berserah diri, tunduk, patuh, dan taat hanya kepada Allah SWT
  2. Harus dapat menciptakan kedamaian dan kerukunan di lingkungannya
  3. Harus dapat menciptakan keselamatan dan kesejahteraan hidup di lingkungan masyarakat
  4. Harus dapat menjaga kebersihan dan kesucian (kehormatan) dirinya dan lingkungannya


 

  1. Menurut terminologi
  • Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah kepada manusia melalui Rasul-Nya, yang berisi hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam semesta. (Achmad Muhammad Al Masdosy)
  • Islam is needed much more than a system of theology. It is complete civilization. (Islam adalah lebih dari satu system agama saja. Ia adalah suatu kebudayaan yang lengkap) (H.AR.Gibb)


 

  1. Metode dalam Mengkaji Islam

    Untuk memahami agama Islam agar menjadi muslim yang mantap dan yakin dengan Islamnya hendaknya memahami Islam secara Khaffah / menyeluruh. Menurut Nasruddin Razaq dalam bukunya Dinul Islam, ada empat metode dalam mengkaji Islam yang benar, yaitu:

  • Islam harus dikaji dari sumber asli (Al-Qur'an dan Al-Hadist)
  • Islam harus dikaji secara integral, bukan parsial
  • Islam harus dikaji dari kepustakaan muslim / sarjana Islam
  • Jangan mengkaji Islam dari kenyataan hidup / realita umatnya.


     

  1. Karakteristik Islam

    Menurut Yusuf Qordawi(1996:16) dalam bukunya karakteristik Islam, menjelaskan bahwa agama Islam memunyai beberapa ciri-ciri khusus, diantaranya:

  • Rabbaniyah, yaitu agama yang langsung berhubungan dengan Tuhan dan tujuan akhirat (limit goal) adalah berhubungan baik dengan Tuhan. Manusianya disebut manusia Rabbani.

    "Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani[208], karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya". (QS Ali Imron: 79)

    [208]. Rabbani ialah orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah s.w.t.

  • Insaniyah, yaitu agama yang sesuai dengan jiwa manusia. Semua perintah dan larangan-Nya bermanfaat untuk manusia itu sendiri. Jadi, islam sangat menekankan kemanusiaan (memanusiakan manusia).

    "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan". (QS Al-Ankabut:45)

  • Syumuliyah,yaitu agama yang berlaku secara universal (seluruh umat manusi) artinya agama yang berlaku bagi semua zaman, semua kehidupan, semua tempat, serta dapat diterima oleh semua manusia di dunia sampai akhir masa. Dengan kata lain islam adalah agama Rahmatal Lil Alamin.

    "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam". (QS Al-Anbiyaa':107)

  • Wasatiyah, yaitu agama yang bersifat moderat (pertengahan) artinya agama yang mengajarkan kepada pemeluknya agar tidak condong pada kehidupan materi saja atau ukhrowi saja. Akan tetapi, dapat memperhatikan keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat, spiritual maupun material.

    "Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka"[127]". (QS Al-Baqarah:201)

    [127]. Inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang muslim


 

  1. Hubungan antara Aqidah, Syariah, dan Akhlaq sebagai Ruang Lingkup Ajaran Islam
  2. Ruang lingkup agama Islam

    Menurut Endang Saifuddin Anshory dalam bukunya Kuliah Al-Islam, agama Islam yang universal ajarannya terdiri dari tiga bagian:

  • Akidah: keimanan atau keyakinan, meliputi enam rukun iman
  1. Uluhiyyah: mengesakan Allah dalam ibadah, yakni beribadah hanya kepada Allah dan karena-Nya semata.
  2. Rububiyyah: mengesakan Allah dalam perbuatan-Nya, yakni mengimani dan meyakini bahwa hanya Allah yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta ini.
  3. Asma Wasifat: mengesakan Allah dalam asma dan sifat-Nya, artinya mengimani bahwa tidak ada mahkluk yang serupa dengan Allah, dalam dzat, asma, maupun sifat.
  • Syariah: aturan hukum, mencakup hablum minallah (ibadah) dan hablum minannas.
  1. Ibadah (Mahdhan): ibadah dalam arti sempit, yaitu aktivitas atau perbuatan yang berhubungan langsung dengan sang Kholiq serta sudah ditentukan syarat dan rukunnya, meliputi bersuci (thaharah), sholat, puasa, zakat, dan haji.
  2. Mu'amalah (Ghoir Mahdhan): ibadah dalam arti luas, yaitu aktivitas atau perbuatan yang berhubungan dengan sesama manusia serta sudah ditentukan syarat dan rukunnya, meliputi sistem keluarga (munakahat), sistem ekonomi (mu'amalat), sistem politik (fiqih siasah), system pembagian harta pusaka (mawarist), hukum perdata, hukum pidana (jinayat), serta pengembangan IPTEK islam.
  • Akhlak: etika atau moral tentang tingkah laku manusia terhadap Tuhannya dan sesama mahkluk-Nya.

    Apabila seorang muslim dapat mengaktualisasikan ketiga ajaran islam tersebut dalam kehidupan sehari-hari maka islamnya disebut islam Khaffah atau islam sempurna. "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu". (QS Al-Baqarah:208)


 

  1. Hubungan akidah, syariah, dan akhlak

    Allah memberikan ilustrasi, tentang hubungan antara akidah, syariah, dan akhlak, diumpamakan seperti hubungan antara akar, batang, dan buah (kasajarotin thoyyibah) antara yang satu dengan yang lainnya saling membutuhkan dan tidak dapat dipisahkan. Seperti yang terkandung dalam surat Ibrahim ayat 24-27:

    "24. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baikseperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,

    25. pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.

    26. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.

    27. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki."

  2. Dalil Naqli dan Dalil Aqli
    1. Dalil Naqli

    Dalam surat Al-Maidah ayat ketiga disebutkan:

    "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[395], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah[396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini[397] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

    1. Dalil Aqli

      Al-Qur'an yang telah diturunkan oleh Allah sebagai petunjuk manusia merupakan bukti konkret bahwa Islam merupakan agama yang haqiqi. Sebagaimana kita tahu, Al-Qur'an tak pernah berubah sejak diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW hingga sekarang. Islam juga merupakan agama universal yang kebenaran nilai-nilainya dapat diterima oleh suara hati manusia. Didalamnya telah diatur berbagai aspek kehidupan manusia mulai dari syariah hingga hubungan dengan semua makhluk dengan sangat indah. Oleh karena itu, tak ada lagi hal yang dapat meragukan keabsahan Islam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar